Menu

Cara Menghitung Masa Subur

5 Cara Menghitung Masa Subur Wanita yang Mudah, Pakai Kalender!

Waktu masa subur bagi wanita menjadi satu hal yang sangat penting untuk diketahui. Terlebih bagi mereka yang ingin segera memiliki buah hati ataupun yang ingin menunda kehamilan setelah menikah. Pada masa subur terjadi itu bisa menjadi tanda bahwa proses pembuahan dapat dilakukan dengan maksimal dan bahkan kemungkinan untuk terjadinya kehamilan pun juga lebih besar terjadi.
Untuk mengetahui masa subur pada wanita sebenarnya kamu tidak harus menggunakan sistem kalender yang sering digunakan sebagai cara menghitung masa subur yang banyak dilakukan oleh beberapa orang belakangan ini. Sebetulnya kamu bisa mengetahui atau bahkan bisa juga merasakan beberapa ciri dan kondisi saat masa subur sedang terjadi. pada artikel ini yuk mari kita bahas bagaimana cara mengetahui masa subur wanita. 

Keluarnya Cairan Bening Seperti Putih Telur

Cairan bening yang mirip dengan putih telur akan keluar hal tersebut menandakan kamu sedang berada pada masa ovulasi. Cairan bening ini bukanlah keputihan yang biasa diketahui oleh kita, melainkan cairan yang diproduksi untuk mempermudah gerakan sperma di dalam rahim. Saat cairan bening seperti putih telur ini keluar, maka pertanda kamu sedang dalam masa subur. Jika kamu yang ingin segera memiliki buah hati sebaiknya mulai untuk mendekatkan diri dengan pasangan. Karena dengan keluarnya Cairan Bening Seperti Putih Telur akan membuat  proses pembuahan dapat dilakukan dengan maksimal.

Perut Bagian Bawah Terasa Sakit

Pada masa subur juga dapat ditandai dengan adanya rasa sakit di bagian perut bagian bawah kamu loh. Biasanya rasa sakit Perut Bagian Bawah ini disertai dengan keluarnya cairan bening ditambah bercak kecoklatan yang keluar dari vagina. Untuk rasa sakit yang dirasakan bisa terjadi di perut bagian sebelah kanan atau bagian sebelah kiri. Namun untuk nyeri perut ini biasanya durasinya  tidak lama.

Sakit Kepala

sakit kepala ataupun migren juga bisa terjadi ketika kamu mendekati masa ovulasi. Meskipun hal ini hanya ditemui sekitar 20% dari wanita dewasa. Yang akan ovulasi, Namun tanda sakit kepala atau migren sebaiknya jangan kamu anggap berat jika hal tersebut terjadi setelah siklus menstruasi berakhir. Sakit kepala ini bisa disebabkan karena melonjaknya hormon pada tubuh kamu yang berimbas pada fluktuasi hormon dan menyebabkan sakit di bagian kepala.

Nah itu tadi beberapa tanda yang bisa kamu ketahui untuk mengetahui masa subur, namun jika kamu tetap ingin Cara Menghitung Masa Subur  kamu juga bisa menghitung masa subur dengan sistem kalender. Cara Menghitung Masa Subur dengan kalender ini bisa kamu lakukan jika ciri-ciri di atas sulit untuk kamu ketahui. Untuk menghitung masa subur bisa kamu melakukannya dengan mencoba rumus kalkulator masa subur.  Pertama, kamu harus tau berapa lama siklus masa haid kamu pada biasanya. Untuk kamu yang memiliki jarak yang mendekati 21 hari maka disebut dengan siklus pendek. Sedangkan untuk kamu yang memiliki jarak yang mendekati 35 hari disebut dengan siklus panjang. Untuk kamu yang berada di siklus pendek maka bisa dikurangi dengan angka 18. Nah untuk kamu  untuk yang memiliki siklus panjang bisa dikurangi dengan angka 11. Dari hasil perhitungan tersebut kamu bisa mengetahui kapan masa subur kamu. Terimakasih sudah mau membaca artikel ini, semoga apa yang sudah dijelaskan di atas bisa membantu kamu untuk mengetahui masa subur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *