Menu

5 Permainan Tradisional yang Cocok untuk Anak Kelas Sosial ABC

0 Comment

Dummy

Indonesia bukan hanya kaya akan keanekaragaman hayati dan pulau eksotis yang masih belum terjamah. Budaya dan permainan tradisional di negeri kita juga sangat beraneka ragam. Dulu, hampir tiap hari, bahkan selepas Isya, masih banyak anak yang berkeliaran di alun-alun atau bermain dekat tempat tinggal mereka.

Biasanya mereka bermain bersama setelah shalat Maghrib dan Isya berjamaah sekaligus mengaji di surau. Sayangnya, kebiasaan ini mulai menghilang. Bahkan selepas Maghrib, anak-anak tidak diperbolehkan ke luar rumah. Padahal, 5 permainan tradisional berikut berpotensi meningkatkan kecerdasan anak, terutama anak kelas sosial ABC (3-6 tahun).

  1. Petak Umpet

Di antara permainan tradisional lainnya, petak umpet termasuk permainan yang masih banyak diminati anak-anak. Bagi anak yang bertugas jaga, dia tertantang untuk mencari tempat yang sekiranya bisa digunakan untuk bersembunyi.

Sementara itu, teman-teman yang bersembunyi juga menggunakan kemampuan berpikirnya untuk mencari tempat sembunyi yang di luar prediksi si penjaga. Selain otak, syaraf motorik kasar anak-anak, baik yang jaga maupun yang sembunyi, bisa terstimulasi dari permainan ini.

  1. Kereta-keretaan

Permainan tradisional kedua ini cukup menyenangkan anak kelas sosial ABC. Selain melatih kemampuan otak kanannya dengan bernyanyi, anak juga belajar untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Kebersamaan yang terjalin bisa menumbuhkan sikap kepedulian dan saling menghormati. Apalagi jika permainan ini bukan hanya dimainkan oleh anak-anak sebaya, melainkan anak-anak SD yang lebih tua (di atas usia 9 tahun).

  1. Membebaskan Tawanan

Permainan ketiga yaitu membebaskkan tawanan yang berada dalam kotak. Hal pertama yang dilakukan adalah membuat kotak berukuran besar. Selanjutnya bagi rata dengan jumlah 4 atau 6 kotak. Banyak kemampuan anak yang bisa dioptimalkan dan dilatih dari permainan yang satu ini. Beberapa kemampuan tersebut di antaranya adalah motorik kasar dan halus.

Anak-anak tentu banyak gerak karena harus berusaha untuk bergerak menghindar dari ‘sentuhan’ para penjaga. Permainan ini membutuhkan lahan yang cukup luas sehingga biasa dimainkan di alun-alun sampai rumah dengan halaman yang cukup luas. Dengan begini, kotak yang dibutuhkan bisa disesuaikan.

  1. Kucing dan Anjing

Permainan keempat adalah kucing dan anjing. Permainan ini mirip dengan permainan Kucing dan Tikus. Untuk anak yang berperan sebagai Kucing, tentunya harus berusah menghindari anak yang berperan sebagai Anjing.

Rasa senang sekaligus tertantang memungkinkan anak untuk menerima stimulus lebih mudah. Bagi anak yang pemalu, permainan ini juga cocok untuk dijadikan ajang latihan bersosialisasi dengan teman-temannya. Semakin sering bermain bersama, maka kecanggungan dan sikap malu tersebut secara perlihan akan menghilang.

  1. Congklak

Permainan tradisional terakhir ini masih banyak ditemui alatnya di toko mainan, bisa dibuat dari kayu sampai plastic PVC. Sedangkan ‘biji’-nya berupa cangkang kerang dan bisa diganti dengan kerikil, biji salak, sampai kelereng.

Banyak aspek yang bisa dilatih dari permainan 1 lawan 1 ini. beberapa aspek tersebut yaitu  belajar berhitung. Untuk anak yang mendapat giliran main, maka perlu perhitungan yang akurat agar saat berhenti, si pemain mendapat banyak ‘biji’. Aspek berikutnya yaitu motorik halus atau kemampuan melatih tangan untuk memasukkan ‘biji’ ke lubangnya dengan tepat.

Aspek lainnya mencakup latihan untuk bersabar, jujur, dan main sesuai dengan peraturan. Jadi, anak juga bisa sekaligus belajar untuk hidup disiplin dari permainan ini. Jangan khawatir dengan tubuhnya yang bau atau rambut lepek, karena ada rangkaian pembersih saat mandi dari Doremi Thomas & Friends.

Rangkaian pembersih tersebut mencakup body wash, shampoo anak & conditioner, dan mist cologne yang sangat cocok untuk anak usia kelas ABC. Selain tidak pedih di mata, mengandung provitamin B5, busa melimpah, harum segar buah-buahan, serta botol yang lucu. Dengan begitu, anak akan semakin semangat untuk berktivitas #GreatAdventureAwaits.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *